Iklan-iklan Komersial Terbaik (1)

Posted: August 1, 2011 in Marketing
Tags: ,

Kecap Bango 2011

Dialog

Nenek  :  “Ssstt hmm.” (ekspresi kedinginan)

Rita      :  “Nek, masuk yuk.”

Nenek  :  “Siaapa ya?”

Rita      :  “Rita, cucu nenek.”

Nenek  :  “Rita? Rita siapaaa ya?”

Narasi  : “Selalu ada ke-sepenuh-hati-an dalam hidup dan dalam masakan, seperti kecap bango yang dibuat sepenuh hati dari bahan pilihan untuk kelezatan yang terasa ke hati.”

Nenek  :  “Emm, ini resep yang nenek ajarin kan Rita?” (akhirnya ingat siapa Rita)

Rita      :  (menganguk dan tersenyum sembari memeluk nenek)

Narasi  : “Karena rasa tak pernah bohong.”

***

Yang sangat menarik perhatian dari iklan ini adalah kualitas akting si nenek dan tentu saja, ide storyboard. Lihat saja bagaimana cara berbicara dan ekspresi wajahnya. Sempurna.

Suaranya khas nenek-nenek renta yang ingatannya sudah dimakan usia: rapuh dan lirih. Pun demikian dengan intonasi dan logatnya, hahaha, catchy banget. Terutama pada bagian “Rita? Rita siapaaa ya?”. Pada adegan ini, seringkali saya yang sibuk melakukan hal lain saat jeda iklan akhirnya mengalihkan pandangan kembali ke layar kaca, hanya untuk menikmati akting yang menghibur.

Tak kalah menarik adalah ekspresi wajah si nenek. Hampir di tiap sudut adegan, ekspresi nenek ini tidak ada cacat sedikitpun. Contohnya saat dia mengatakan “Siaapa ya?”, wajahnya yang disorot penuh kamera menampakkan raut kebingungan tak mengenali siapa Rita yang dimaksud, dengan goyangan-goyangan kecil di pipi kanan. Lalu saat ia berjalan dibimbing oleh Rita, tatapan matanya memandang kosong ke depan sembari berjalan tertatih. Seandainya ada penghargaan best commercial ad acting, pastilah nenek ini juaranya.🙂

Hebatnya iklan ini tidak melupakan tujuan utamanya, yaitu imbas pada pemirsa yang menyaksikannya. Pack shot dan narasi yang digunakan mampu mendukung tercapainya awareness. Adegan proses memasak yang dilanjutkan enjoyment dengan menikmati lezatnya masakan olahan dengan Kecap Bango berfungsi menanamkan keyakinan bahwa kecap tersebut bisa membuat setiap masakan menjadi lebih berselera. Harapannya konsumen tidak hanya aware, tapi terpengaruh untuk membeli.

Di balik itu semua tentu saja ada tim kreatif yang sukses mengemas pesan yang ingin disampaikan melalui ide cerita yang menawan, termasuk mengatur agar si nenek dapat berakting sesuai yang diinginkan. Meskipun singkat, jalan ceritanya cukup berisi: memadukan unsur kekuatan kecap bango, yang dikisahkan merupakan resep turun temurun sampai-sampai kelezatannya membuat nenek tidak bisa lupa, dan unsur drama kecil di tayangan yang hanya berdurasi 30 detik.

Selamat pada tim brand Kecap Bango.

*sebenarnya saya juga mau bilang kalau pemeran Rita-nya cantik (meskipun tetap saja jauh lebih cantik calon istri saya), tapi takut artikel ini dibaca sama dia, ya sudah nggak jadi deh, mending cari aman. -__-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s